[arkaik] [sastera lama] kain sutera yang berpakankan benang emas.
sundut I
[Minangkabau] [arkaik] anak cucu, keturunan;
~-bersundut sampai ke anak cucu, turun-temurun.
sundut II
[Minangkabau];
menyundut membawa dengan tandu dan lain-lain, mengusung.
sundut III
[Jakarta] bakar, cucuh, sulut;
bedil (meriam, senapang) ~ bedil (meriam, senapang) yang dicucuh dengan api apabila hendak diletupkan;
menyundut mencucuh, menyulut.
sungai I
tali air yang semula jadi, batang air, kali:
~ Pahang;
anak ~ cabang dari sungai yang besar, sungai kecil;
hilir ~ bahagian sungai sebelah bawah, lawan udik (hulu);
hulu ~ bahagian atas sungai, udik;
kalau menyeberang ~ biarlah ditelan oleh buaya, tetapi jangan dipagut oleh ikan kecil-kecil (peribahasa) jikalau kita membuat sesuatu kesalahan biarlah dihukum oleh orang yang berkuasa (ditegur oleh orang yang berilmu) tetapi jangan dianiaya oleh orang kecil-kecil;
ke
sungai II
[bahasa halus] (pergi) membuang air besar;
~ sambil mandi (peribahasa) sekali membuat, dua tiga pekerjaan diselesaikan.
sungga
1. benda yang tajam atau roda bergerigi untuk memacu kuda, pacu;
2. buluh atau bilah yang ditajamkan dan dipacakkan di tanah, ranjau, suda;
menyungga menggertak (kuda) dengan sungga supaya kencang larinya, memacu.
sunggi
[Jawa];
menyunggi menjunjung.
sungging I
lukisan atau perhiasan (berwarna-warni);
juru~ pelukis sungging;
seni ~ seni membuat gambar perhiasan;
menyungging melukis dengan warna-warni (cat dan lain-lain), mewarnai (lukisan dan lain-lain);
tersungging
1. sudah disungging (lukisan);
2. [kiasan] terlukis (senyuman):
akhirnya ~lah di bibirnya sebuah senyuman.
sungging II
[Minangkabau];
menyungging menungging.